
Oh tidak! Mug ini bukan untuk ajing! Saya melihatnya ketika sedang terburu-buru membeli tiga kantong makanan anjing saya, padahal tadi Hero sudah mau tutup. Di rak makanan anjing saya lihat mug ini. Saya kira bonus. Ternhyata salah tempat. Akhirnya harus membayar Rp 7.000-an. Kenapa saya tetap membelinya? Karena suka. Mengapa suka? Karena dekorasinya lembut, tidak menonjol, dan sepertinya puitis. Bagaimana jika jadi bahan tertawaan karena pria segagah dan sejantan saya (hahahahahaha!) memakai mug bunga? Peduli amat. Emang ada yang peduli, sampai ngetawain segala? Nggak. Lebih baik ge-er daripada minder.

