Bahkan mug polos pun punya kisah...

Tak penting bagaimana Anda menyebutnya, sebagai "mag" atau "mug"; yang penting adalah berbagi gambar dan kisah tentang alat minum Anda. Mug, cangkir, gelas, atau apalah. Silakan.

Comments

  • mpokb: ngoceh sambil minum memang susah. jangankan bahasa inggris, bahasa...
  • mbelGedez™: Wah,… Buwatan Russia, yak ???
  • LitaS: Wah, saya kecele. Waktu liat foto pertama, saya pikir kok ini mug...
  • LitaS: saya juga punya dua! Dua-duanya di rumah. Ukurannya pas untuk bikin...
  • denny: ga ada lanjutannyaR 30; nomer handphone pun tidak sempat saya...
  • nonadita: ahahah aku suka mug ini! Lucu
  • novee: unik nih.. boleh juga ide nya..
  • novee: ya sebaiknya sih emang gitu kan..? harus mug kota itu sendiri, biar...
  • novee: tuah nya cuman sampe situ doang gada lanjutan nya??? wah, harus...
  • novee: wah.. dari smua mug promo dari bawah sampe sini, mug yg ini yg paling...
  • novee: sambil dengerin lagu2 nya Kak Rhoma aja.. bheeegheaadang!
  • novee: kl babi nya lg minum pk mug, lalu siapa yg keliling & siapa yg...
  • blogombal.org | Muke Gue Kayak Babi: Kreatif banget si desainer yang mendekor...
  • tedy: mau dong dong dong….
  • rodin: saya punya dua di kantor saya yang lama,satu di rumah — satunya...

Archives

Random Quote

Konon orang yang sering beli dan baca buku adalah orang terpelajar. Kalau terpelajar berarti banyak pengetahuan. Saya jarang beli buku, jarang baca, oleh karenanya saya kurang terpelajar. [Beli buku...] — Adminoto Kosen

TopPosts

From...





Mint Museum of Toys di Seah St, Singapura, benar-benar bisa membuat orang terpesona dalam nostalgia. Ini adalah museum yang menampilkan koleksi mainan jaman dulu, mulai dari mainan kaleng, boneka jadul hingga action figure masa lalu. Mulai dari mainan Flash Gordon, The Beatles, Mickey, Tintin dan bahkan boneka Barbie versi awal.

Waktu mengunjungi Mint Museum tahun 2007 lalu, saya menjemput mug ini sebagai oleh-oleh. Selain karena ‘wajib’ membeli mug (selaku kolektor kecil-kecilan), saya juga tak tahu lagi mau membeli apa.

Mug dari Mint  Museum

Read the rest of this entry »



Saya kadung bayangkan mug dari ILP (International Language Programme) ini bisa membuat pemakainya pintar ngoceh dalam bahasa Inggris. Ternyata tidak. Padahal saya sudah sering minum pakai mug ini. Saya tertipu.



Jul

16

Ini mug dari sebuah perhelatan keluarga. Ketika dikeluarkan dari kotak tampaklah sebuah mug bermotif merak dengan garis keemasan (termasuk di pegangannya). Mugnya punya tutup. Selain itu, setelah dibuka, mug ini punya saringan. Oh cocoknya untuk teh. Memang sih teh lebih enak di cangkir rendah, tapi di mug yang lebih tinggi pun tidak soal. Oh ya, kopi juga lebih enak di cangkir rendah. Tapi nggak pentinglah. Buktinya ada saja orang yang minum air putih dari mug kan? Eh saringan keramik ini juga bisa ditumpangi tisu saringan kopi, buat memfilter kopi tubruk. Kenapa dinamai kopi tubruk ya? Tebak, bikinan mana mug ini. Tulisannya banyak salah cetak sih. :D



Jul

16

mug anjing!

 

Oh tidak! Mug ini bukan untuk ajing! Saya melihatnya ketika sedang terburu-buru membeli tiga kantong makanan anjing saya, padahal tadi Hero sudah mau tutup. Di rak makanan anjing saya lihat mug ini. Saya kira bonus. Ternhyata salah tempat. Akhirnya harus membayar Rp 7.000-an. Kenapa saya tetap membelinya? Karena suka. Mengapa suka? Karena dekorasinya lembut, tidak menonjol, dan sepertinya puitis. Bagaimana jika jadi bahan tertawaan karena pria segagah dan sejantan saya (hahahahahaha!) memakai mug bunga? Peduli amat. Emang ada yang peduli, sampai ngetawain segala? Nggak. Lebih baik ge-er daripada minder.

 

mug anjing!



Jul

11

Mug ini oleh-oleh dari teman jepang saya yang homestay di rumah untuk beberapa bulan

Mug Pig

Kenapa disebut mug pig? Kamu bisa lihat sendiri dari skrinsut di bawah ini. Read the rest of this entry »



« Older Entries